Nasehat Salaf

Al-Imam Asy-Syafi’i berkata:

“Jika hadits itu shohih, maka itulah madzhabku (pendapatku).”

 

(Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (1/63) karya Al-Imam An-Nawawi)

Popular

Banner

ZIARAH KUBUR DAN MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA AHLI KUBUR

Penulis: Syaikhul Islam Ahmad bin Taimiyah rahimahullohu Ta’ala

                       Syaikhul Islam Ahmad bin Taimiyah rahimahullohu Ta’ala ditanya tentang orang yang berziarah ke kuburan dan meminta pertolongan kepada ahli kubur berkenaan dengan penya­kit yang menimpanya atau penyakit yang menjangkiti kuda atau untanya. Dia meminta kepada ahli kubur untuk menghilangkan penyakit yang dideritanya dengan berkata, " Wahai tuanku, aku berada dalam lindungan-Mu, aku berada dalam kekuasaan-Mu, Fulan telah menzalimiku, Fulan bermaksud menyakitiku." Dia katakan bahwa orang yang dalam kuburan itulah yang menjadi perantara antara dia dengan Allah Azza Wa Jalla.

         

Beliau juga ditanya tentang orang yang bernadzar untuk masjid, pojok-pojoknya (tiazvyah) dan para syaikh -yang hidup maupun yang mati- untuk mengaruniai me­reka uang dirham, anta, kambing, lilin, minvak, atau yang lainnya. Dia berujar, "Jika anakku selamat maka aku wajib memberi ini dan itu kepada Syaikh," atau perkataan yang semisalnya.

            Beliau juga ditanya tentang orang yang meminta pertolongan (istighatsah) kepada Syaikhnya untuk mcneguhkan hatinya menghadapi kejadian yang menim­panya. Juga tentang orang yang datang kepada syaikhnya, mencium kuburannya, menempelkan pipi kepadanya, mengusap kuburan dengan kcdua tangannya, lalu mem­basuhkan ke wajahnya dan hal-hal lain yang seperti itu.

             Beliau juga ditanya tcntang orang yang datang kepada seorang syaikh mcngadukan kcbutuhannya, seraya berkata, "Wahai Fulan! Dengan berkatamu... " Atau `Aku telah nrenunaikan hajatku dengan berkata dari Allah dan berkata dari syaikh.

       "Juga tentang orang yang memakai jasa jin pcncuri dengar (sama’ ), kemudian la mendatangi kuburan lalu menyingkap wajahnya dan meletakkannya di tanah ber­sujud di hadapan syaikhnya. juga tentang orang yang ber­kata, Sesungguhnya disana ada quthb,ghauts dan jami'yang menguasai alam.

        Berilah kami fatwa! Semoga anda mendapat pahala! Terangkan kepada kami dengan panjang lebar...

 

(PERMULAAN JAWABAN)

             Syaikhul Islam menjawab, "Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Agama yang Allah utus para Rasul untuk membawanya, dan menurunkan kitab-Nya untuk menjelaskan agama itu adalah beribadah kepada Allah semata dengan tiada menyukutukan-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya, berdoa kepada-Nya untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat, sebagaimana firman Alloh Azza Wa Jalla,

 

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ - إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ - أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

 

“Kitab (Al Qur'an ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”  (Qs Az-Zumar: 1:3 )

Dan firman Alloh Azza Wa Jalla,

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” ( Qs. Al-Jin: 18 )

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri) mu  di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya)".( Al-A’raf:29)

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا - أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Katakanlah: "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan)  selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya". Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka  siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. ( Qs: Al- Isra’:56-57 )

Sekelompok salaf berkata,1  ada beberapa kaum yang menyembah Al Masih,Uzair, dan malaikat, maka Alloh berfirman,” Orang-orang yang kalian sembah, mereka itu adalah hamba-hamba-Ku seperti kalian sembah, mereka mengharapkan rahmat-Ku sebagaimana kalian mengharapkannya, mereka takut kepada adzab-Ku seperti kalian takut kepadanya, mereka juga mendekatkan diri kepada-Ku sebagaimana kalian mendekatkan diri kepadanya”

Jika keadaan para penyembah Nabi dan malaikat sudah seperti ini, lantas bagaimana keadaan orang-orang selain mereka?

Alloh Azza Wa Jalla berfirman,

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.”(Qs Al Kahfi:102)

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ - وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ

Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya". Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu ( Qs Saba’:22-23)

 

Di sini Allah menjelaskan bahwa semua makhluk yang disembah selain Allah baik malaikat, manusia, atau selain mereka, tidak mempunyai seberat zarrahpun dalam kekuasaan-Nya. Dan, bahwasanya dada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-NS,a. Bagi-Nyalah segala puji dan Dill Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada pembantu yang membantu-Nya seperti para pembantu dan penolong yang menolong raja-raja. Bahwa para pemberi syafa'at tidak berguna sedikitpun syafa'at mereka kecuali kepada orang yang telah diridhai-Nya memperoleh syafa'at itu. Dengan ini Allah menafikan seluruh bentuk-bentuk kesyririkan.

oleh sebab, orang yang meminta sesuatu kepada selain-Nya adakalanya adalah seseorang yang berpunya atau tidak berpunya. Jika dia tidak berpunya, adakalanya dia adalah seorang sekutu atau bukan sekutu. Dan jika dia bukan seorang sekutu adakalanya dia seorang peno­long  atau seorang peminta-minta. Kepemilikan, perseku­tuan, dan pertolongan, tiga hal tersebut ditiadakan,sedang kan yang keempat (permintaan) itu maka tidak akan terwujud kecuali setelah mendapat izin dari-Nya, sebagai­mana  firman-Nya Azza Wa Jalla,

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

“Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya ? ( Qs Al-Baqarah:255 )”

وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). ( Qs An-Najm :26 )

 

Alloh Azza Wa Jalla berfirman,

أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ- قُل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَّهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Bahkan mereka mengambil pemberi syafa'at selain Allah. Katakanlah: "Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?" Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafa'at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan" ( Qs Az-Zumar:43-44)

 

 Firman Alloh Azza Wa Jalla,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? ( Qs As-Sajadah:4)

 

Firman Alloh Azza Wa Jalla,

 

وَأَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa'atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa. ( Qs Al-An’am:51)

 

Dan Firman Alloh Azza Wa Jalla,

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِّي مِن دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِن كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ  -وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا ۗ أَيَأْمُرُكُم بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?". ( Qs Ali Imran:79-80)

 

Jika Dia mengkafirkan orang-orang yang menyembah para malaikat dan para nabi sebagai Rabbnya, maka bagaimana halnya orang-orang yang menjadikan orang yang dibawah mereka yaitu para syaikh dan yang lainnya sebagai sesembahan?

 

Perincian masalah

           Bahwa permintaan seorang hamba, jika tergolong ke dalarn perkara-perkara yang tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah A-semisal meminta kesembu­han pcnyahit kepada sesama manusia atau kepada bina­tang, meminta dibayarkan hutangnya kepada pihak yang tidak ditcntukan, atau keselamatan keluarganya dari bencana yang dikhawatirkan menimpa di dunia dan akhirat, kemenangan atas para musuh, memberi petunjuk bagi hatinya, mengampuni dosa-dosanya, memasukkannya ke dalam surga atau menyelamatkannya dari neraka, atau mengajarkan ilmu dan Al-Qur`an kepadanya, atau mem­perbaiki hatinya, membaguskan akhlaknya, membcrsih­kan dirinya atau permintaan yang sejenis itu, maka semua permintaan ini tidak boleh ditujukan kccuali kepada Allah.

Tidak bolch mengatakan kepada malaikat, nabi, atau seorang syaikh -yang masih hidup ataupun yang sudah mati, "Ampuni dosaku!" atau "Tolong aku dalam meng­hadapi musuhku", atau "Sembuhkan penyakitku!" atau "Selamatkanlah aku, selamatkanlah keluargaku atau tungganganku!" dan lain sebagainya. Maka, barangsiapa yang meminta ini semua kepada makhluk, siapapun dia, bcrarti dia telah menyckutukan Rabbnya dan termasuk ke dalam golongannya orang musyrik penyembah malaikat, para nabi dan patung-patung yang mereka buat.

Dan perbuatannya itu termasuk ke dalam bentuk penyembahan yang dilakukan orang-orang nasrani kepada Al Masih dan ibunya. Alloh Azza Wa Jalla berfirman,

 

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" ( Qs Al Maidah:116 )

 

Dan Alloh Azza Wa Jalla berfirman

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( Qs At-Taubah:31 )

 

Sedangkan perkara-perkara yang mampu dilakukan para hamba, maka diperbolehkan mcmintanya kepada hamba dalam beberapa keadaan, dan bukannya pada semua keadaan. Karena, sesungguhnya "memuita kepada makhluk" ada vang dibolehkan dan ada yang dilarang.

Sebagaimana firman Alloh Azza Wa Jalla

 

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْزو ,وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. ( Qs Al Insyirah:7-8 )

 

Nabi Muhammad berwasiat kepada Ibnu Abbas,

 

إذاسألت فاسأل الله وإذا استعنت فا ستعن بالله

Apabila kamu meminta,mintalah kepada Alloh, dan apabila kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Alloh2

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga berwasiat kepada sekelompok sahabatnya agar mereka tidak meminta apapun dari manusia. Pernah salah seorang dari mereka, cambuknya terjatuh dari genggaman tangannya, tapi dia tidak mengatakan kepada orang lain,” Tolong ambilkan cambukku itu”3 dalam kitab shahihain disebutkan bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يدخل الجنةمن أمتي سبعون ألفا بغير حساب وهم الذين لا يستر قون ولا يكتوون ولا يتطيرون وعلى ربهم يتو كلون

“ Diantara umatku ada tujuh puluh ribu prang yang akan masuk surge tanpa hisab, mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah (istirqa’), tidak menggosok punggungnya dengan besi panas ( al-kayy), tidak menganggap sial dengan burung dan hanya kepada Rabb mereka bertawakal”4

Istirqa adalah meminta di ruqyah dan ruqyah itu termasuk jenis doa. Meskipun begitu, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مامن رجل يدعوله أخوه بظهر الغيب دعوة إلا وكل الله بها ملكا كلما دعا لأ خيه دعوة قال الملك:ولك مثل ذلك

“Tiada seorangpun yang didoakan saudaranya tidak diharapkannya kecuali Alloh akan menyerahkan kepada malaikat yang ditugasi untuk itu, setiap kali dia mendoakan saudaranya dengan suatu doa, malaikat itu akan berkata, Engkau akan mendapatkan hal yang sama dengannya.”5

Di antara hal yang disyariatkan dalam doa adalah doa seorang untuk orang yang tidak kelihatan/ghaig li ghaib. Oleh karena itu, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk membacakan shalawat kepadanya, memintakan wasilah untuknya dan mengabarkan kepada kita pahala yang akan kita terima apabila kita mendoakan hal itu untuk beliau.

Di dalam hadistnya beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا سمعتم المؤذن فقولوا مثل ما يقول ثم صلوا علي فإن من صلى علي مرة صلى الله عليه عشرا ثم سلوا الله لي الوسيلة فإنها درجة في الجنة لا ينبغى أن تكون إلا لعبد من عباد الله وأرجو أن أكون أنا ذلك العبد فمن سأل الله لي الو سيلة حلت له شفا عتي يوم القيا مة

“Jika kalian mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, Kemudian bacakanlah shalawat untukku karena  orang yang membacakan sholawat untukku satu kali, Alloh akan bersholawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah wasilah untukku, sesungguhnya wasilah itu adalah suatu derajat di surge yang tidak pantas mendapatkan kecuali seorang hamba dari hamba-hamba Alloh, dan aku berharap akulah hamba itu. Maka barangsiapa yang memintakan wasilah untukku, dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat”6

Disyariatkan kepada orang muslim untuk minta didoakan baik oleh orang yang lebih tinggi dan lebih rendah ( derajatnya ) darinya, sebagaimana disbutkan dalam riwayat. Karena sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada Umar ketika berangkat umrah,

لا تنسنا من دعائك يا أخي

“Jangan engkau lupakan kami dalam doamu wahai saudaraku”7

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika memerintahkan kita untuk bershalawat kepadanya dan memintakan wasilah untuknya, beliau sebutkan bahwa orang yang bershalawat kepadanya satu kali, Allah akin memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali. Dan bahwa orang yang mcmintakan wasilah untuk beliau, berhak untuk mendapatkan syafa'atnya pada hari kiamat. Maka permintaan beliau kepada kita adalah untuk kepentingan kita. Sangat berbeda orang yang meminta orang lain untuk kepentingan orang yang diminta itu, dengan orang yang meminta kepada orang lain untuk kepentingannya sendiri.

Dalam kitab Shahih Muslim. disebutkan bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang Uwais Al-Qarni,8 lantas beliau bersabda kepada Umar,

 

إن استطعت أن يستغفر لك فافعل

“Jika engkau sanggup memintanya untuk memohonkan ampun untukku maka lakukanlah.’9

Dalam kitab shahihain disebutkan bahwa antara Abu Bakar dan Umar terdapat suatu permasalahan, maka Abu Bakar berkata kepada Umar, “Mohonkanlah ampunan untukku" Tapi dalam hadits itu disebutkan bahwa Abu Bakar memarahi Umar. "'

Disebutkan pula bahwa ada beberapa orang yang minta diruqyah, maka Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pun meruqyah mereka.

Disebutkan pula dalam kitab shahihain bahwa ketika orang-orang mengalami kemarau, mereka meminta ke­pada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam agar mernintakan hujan bagi mereka. Maka, beliau berdoa kepada Allah dan mereka diberi hujan."

Dalam kitab shahihain juga disebutkan, bahwa Umar bin Al-Khattab radhiyallohu’anhu meminta hujan dengan perantaraan tawassul kepada Abbas (paman Nabi), maka Umar pun berdoa,

 

اللهم إنا كنا إذا أجدبنا نتو سل إليك بنبينا فتسقينا وإنا نتو سل إليك بعم نبينا فاسقنا

“ Ya Alloh, sesungguhnya adalah kami dulu manakala mengalami kekeringan, kami bertawasul kepada-Mu dengan Nabi-Mu, lantas Engkau turunkan hujan kepada kami. Dan sesungguhnya kini kami bertawasul kepada-Mu dengan paman nabi-Mu, maka turunkanlah hujan atas kami.”maka merekapun mendapat hujan12

Dalam kitab As-Sunnan disebutkan,

أن أعرابيا قل لنبي ....جهدت الأنفس وجاع العيال و هلك المال فادع الله لنا فإنا نستشفع بالله عليك وبك على الله. فسبح رسول الله.....حتى عرف ذلك فى وجوه أصحابه وقال: ويحك إن الله لا يستشفع به على أحد من خلقه شأن الله أعظم من ذلك

“Bahwa ada seorang Arab kampung berkata kepada nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah letih jiwa-jiwa, telah lapar keluarga-keluarga, telah hancur harta benda, maka berdoalah kepada Alloh untuk kami. Sesungguhnya kami jadikan keberadaanmu sebagai perantara untuk memohon kepada Alloh, dan menjadikan keberadaan Alloh sebagai perantara untuk meminta kepadamu. Maka Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pun bertasbih ( membaca Subhanalloh )hingga hal itu diketahui para sahabat. Kemudian beliau berkata,” Celaka engkau! Sesungguhnya Alloh tidak pantas dijadikan pensyafa’at ( perantara ) untuk memohon sesuatu kepada seorang dari makhluk ciptaan-Nya. Dzat Alloh terlalu agung untuk itu.”13

Beliau membolehkan si Arab kampung berucap

"Sesungguhnya kami jadikan keberadaanmu sebagai perantara untuk memohon kepada Alloh," dan mengingkari ucapan "Kami jadikan keberadaan Allah sebagai perantara untuk memobon kepadamu. "Karena seorang perantara meminta kepada orang yang diperantarai, dan seorang hamba meminta kepada Rabbnya dan mengambil perantara untuk meminta kepada-Nya. Sedangkan Rabb Azza Wa Jalla tidak meminta kepada hamba-Nya dan tidak pantas untuk dijadikan perantara.

.

                                                                                             .

1        Lihat tafsir At-Thabari,XV/73,Al-Qurthubi, X/279 dan Tafsir ibnu Katsir, III/46-47

2      HR-tirmidzi dalam kitab Sifat A - Qiyamah, bab 59 no 2516, beliau berkata, Hadist  hasan shahih.” Hadist ini juga diriwayatkan Imam Ahmad, I/293, 303, 307. Syaikh Al- Albani menshahihkan hadist ini dalam Shahih Jami Ash Shaghir no 7957

3.       HR. Muslim Kitab Zakat,  Bab Karahiyah Al Mas’alah Linnas, no 1043.

          Dan Abu Daud, kitan Az Zakah, bab Karahiyah Al- Mas’alah No. 1642

4     Muttafaqqun ‘alaih, dari haist Ibnu Abbas, Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Kitab Ath-Thib, Bab Maniktawa au Kawa Ghairih (5705). Muslim kitab Al Iman, bab Ad Dalil ‘Ala Dhukhuli Thawa If Minal Muslimin Al – Jannata Bila Hisab Wala Adzab (220)

5.    HR At-Tirmidzi, kitab Ad-Da’awat, bab (23)no (3407), namun syaikh Al Albani tidak mencantumkan dalam kitab shahih Sunan Tirmidzi

6.       HR. Muslim daiam kitab Ash-Shalah, Bab /stihbab Al-Qaul Mitsla A!-Muazin Liman Samiahu no. 384 dari hadits Abdullah bin Amr.

7.      HR. Abu Daud, Kitab Ash-Shalah, Bab Ad-Du a, no. 1498, At-Tirmidzi, Kitab Ad-Da'awat, Bab 110, no. 3526 dan Ibnu Majah, Kitab Al­Manasik, Bab Fadhl Du'a AI-Had, no. 2894, hadits ini didhaifkan AI­Albani dalam Dha if Jami' Ash-Shaghir no. 2692 clan 6392.

 

8.      Dia adalah Uwais AI-QamiAl-Muradi seorang yang zuhud dan masyhur. Dia hidup semasa dengan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tapi tidak bertemu dengan beliau, dia meriwayatkan hadits dari Umar dan Ali. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memberitakan­nya sebelum keberadaannya. Dia turut serta dalam perang Shiffin bersama Ali. Dan dia adalah termasuk orang muslim terbaik. Dia masuk Islam semasa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam masih hidup, tetapi baktinya kepada ibunya menghalanginya untuk datang kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam Semoga Allah meridhainya.

9.      HR. Muslim dalam kitab Fadha'il Ash-Shahab2h, Bab Min Fadha'if Uwais AI-Qami, no. 2542.

 

10     HR. AI-Bukhari, Kitab Fadha'il Ash-Shahabah, Bab Qaul An-Nabi shollallohu ‘alaihi  wa sallam Lau Kuntu   Muttakhidzan Khalilan, no. 3661 dari hadits Abu Darda'.

11     Muttafaqun 'alaih dari hadits Anas AI-Bukhari mengeluarkannya dalam Kitab AI-Jum'ah, Bab Raf'i Al- Yadainf Fil Khutbah, no. 932. Dan Muslim, dalam kitab Shalat AI-Istisqa', Bab I Raf'i Al-Yadain bi ad Du'a fi Al-Istisqa', no, 895.

 

12.     HR Al-Bukhari, Kitab Ash-shalah, Bab Ma Yudzakaru Fi Al –Fahdzi no 371, di dalamnya disebutkan tentang keutamaan Abbas dan keutamaan Umar, karena tawadhu beliau kepada Abbas dan pengetahuan beliau tentang haknya

13.     HR Abu Daud, Kitab As-Sunnah, Bab Fi Al-Jahmiyyah no 4726, Al Albani mendhaifkan hadist ini, lihat Dhaif Al-Jami’ no 6150.

 

Sumber: Judul asli buku pertama زيارة القبور وا لا ستنجاربا لمقبور judul asli buku kedua فتيا في الز يارة الشر عية و الز يارة البد عية  Judul terjemahan Ziarah kubur telah menjadi ajang kesyirikan dan kebid’ahan, penerjemah Abu Muqbil Ahmad Yuswaji, Penerbit Pustaka Salafiyah

 

Last Updated (Sunday, 23 January 2011 13:55)

 

software Islam

Section       :Download Category    :Software Islam    Kilk di sini

Kumpulan Artikel Tentang Fiqih

      Kumpulan Artikel Tentang  Fiqih

ZIARAH KUBUR DAN MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA AHLI KUBUR

Penulis: Syaikhul Islam Ahmad bin Taimiyah rahimahullohu Ta’ala                        Syaikhul...

kumpulan tentang artikel Nasehat

 kumpulan tentang artikel Nasehat

Kajian rutin ahlus sunnah di Jogjakarta dan sekitarnya

   Assalamu 'alaikum warahmatullah.. Berikut jadual kajian terakhir yang diadakan Panitia Kajian...

BIARKAN KU MELAWAN MEREKA….

Sebuah perlawanan dengan menyingkap kesesatan, kenistaan, kebusukkan, kedzoliman, kejahatan dukun...

DOWNLOAD KITAB

DOWNLOAD KITAB ULAMA SALAF    Section       : Download    Category     :Download Kitab

  • software Islam

    Sunday, 02 January 2011 22:04
  • Kumpulan Artikel Tentang Fiqih

    Sunday, 02 January 2011 22:04
  • ZIARAH KUBUR DAN MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA AHLI KUBUR

    Sunday, 23 January 2011 13:51
  • kumpulan tentang artikel Nasehat

    Monday, 03 January 2011 12:00
  • Kajian rutin ahlus sunnah di Jogjakarta dan sekitarnya

    Sunday, 09 January 2011 22:44
  • BIARKAN KU MELAWAN MEREKA….

    Monday, 20 December 2010 13:31
  • DOWNLOAD KITAB

    Sunday, 28 November 2010 09:18